Tips Menulis

TIPS MENULIS MENGGUNAKAN HURUF MIRING

0
Please log in or register to do it.

Pada saat membaca suatu karya tulis, baik itu karya tulis ilmiah maupun non ilmiah, sering kali ditemukan istilah-istilah yang bukan berasal dari bahasa Indonesia. Dalam artian, istilah itu ialah istilah asing yang berasal dari bahasa asing maupun bahasa daerah.

Penulisan istilah itu biasanya dimiringkan oleh sang penulis. Hal itu sudah sesuai dengan ketentuan EYD V di mana istilah kata atau ungkapan dalam bahasa asing dan bahasa daerah ditulis dengan huruf miring. Dimiringkannya huruf ketika menulis istilah asing itu sebagai tanda bahwa istilah itu bukan berasal dari bahasa Indonesia.

Akan tetapi, kata atau ungkapan yang berasal dari bahasa Indonesia dapat ditulis dengan huruf miring apabila bertujuan ingin menegaskan suatu kata dalam suatu kalimat.

Contoh: Rudi suka makan sayur, tetapi tidak dengan brokoli.

Pada kalimat di atas, kata “tidak” digunakan untuk menegaskan bahwa Rudi tidak suka memakan sayur brokoli meskipun dia senang makan sayuran.

Huruf miring juga digunakan untuk menuliskan nama judul baik itu judul buku, judul film, judul acara, dan sebagainya. Selain itu, digunakan untuk menuliskan suatu nama media massa.

Contohnya:

Film KKN di Desa Penari menjadi film yang paling banyak ditonton di Indonesia.

Berita tentang Ferdy Sambo menjadi topik yang hangat dimuat di suaramerdeka.com.

MAMA
Jadi Agen Kreatif Omera, Komisi Menggiurkan!
Ad Area

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Reactions

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *