Maa…
Dulu, kau mengatakan dengan tegas
Bahwa suatu hari nanti aku akan berterimakasih kepadamu
Saat itu aku hanya menanggapimu seperti angin lalu
Ternyata tak butuh waktu lama semenjak saat itu
Hari ini aku sungguh berterimakasih padamu
Sampai sesak dadaku menahan tangis
Sampai takbisa aku berkata-kata
Takdir selalu memberiku pengajaran
Ketika aku telah melewatinya
Maa…
Apapun yang akan terjadi ke depan
Aku berjanji tak akan melawan garisku
Menjalani semuanya dengan bahagia
Tidak akan lagi mengikuti egoku
Maa…
Maafkan aku sungguh
Bahkan aku tak sanggup mengatakan secara langsung
Sebab rasa sesal itu seperti bebatuan menimpa dadaku
Membayangkan bagaimana aku membuat hari-harimu gelap penuh tangis
Sebab aku yang terlalu menyakiti harimu