Kupinjam namamu sebentar, ya?
Untuk bertengger menjadi judul puisiku ini-
1/ Mor,
Temani aku menari di tepi lautan
Sembari kutulis sajak kehidupan
Di antara legamnya pasir pantai
Yang berulang kali tersapu oleh riakmu
Boleh aku cerita sebentar?
Sebelum pesan-pesanmu habis dimakan ombak
Kau menyuruhku berlayar dengan harapan
Mencakar langit dengan doa-doa
Hingga nanti langit menjerit
Mengaduh kepada Tuhan Memintamu menjadi muaraku
/2/
“Sudah, ya, cukup. Sudahi berlayarmu,
sudahi ceritamu, kita sudah karam.”
“Belum, Mor.
Namamu belum sempat bertengger
di rentetan abjad penyusun judulku.”
“Kaukarang saja judulnya apa, tapi bukan dengan namaku.”
Semarang, 19 Januari 2022
diterbitkan oleh Omera Pustaka